Laweyan Group: An Old Hospitality of Surakarta Since 1960
Laweyan Group

Laweyan Group didirikan oleh pasangan suami istri H. Muchlis dan Hj Wiwik Wiyati. Usaha batik telah dirintis keduanya sejak tahun 1960-an, awal usaha batik keduanya dimulai dengan berdagang, membeli batik dari beberapa produsen batik di daerah Laweyan untuk kemudian menjualnya ke Pasar Kelewer atau ke pusat batik lain di luar kota Surakarta, bahkan hingga ke luar jawa.  Usaha ini terus berkembang, hingga akhirnya keduanya mampu memproduksi sendiri berbagai jenis dan corak batik khas Laweyan. Kelesuan bisnis batik  di tahun 1998-2002, menyurutkan bisnis batik kedua pasangan ini. Tahun 2005, ketika pemerintah dalam usaha mengembangkan kembali bisnis batik di laweyan, membuka Kampung Batik Laweyan sebagai pusat bisnis dan pariwisata. Perlahan nama Kampung Batik Laweyan mampu menjadi magnet bagi pebisnis batik maupun wisatawan untuk mengunjungi Kampung Batik Laweyan. Melihat animo masyarakat untuk berkunjung ke Kampung Batik Laweyan, mejadi inspirasi keduanya untuk mendirikan jasa penginapan.  Sebidang tanah dan bangunan dengan ciri khas arsitektur Laweyan, dirubahnya menjadi usaha jasa penginapan dengan nama Hotel Laweyan. Hotel Laweyan, merupakan hotel dengan ciri khas unik khas rumah juragan batik tempo dulu. Bentuk rumah joglo, lengkap dengan “petanen” menjadi ciri khas utama hotel ini. Kamar dengan ciri khas batik, akan melengkapi para tamu menikmati nuansa khas Laweyan.

Usaha batik dengan nama Galery Batik Laweyan yang telah dirintis mulai tahun1960-an terus dijaga dengan terus memproduksi batik-batik dengan desain khas Laweyan. Dengan memperhatikan selera konsumen maka Galery Batik Laweyan juga memproduksi beberapa desain batik campuran antara batik ciri khas Laweyan, dengan warna coklat yang dominan, di kombinasi dengan warna-warna cerah. Batik fashion seperti baju, celana, rok , abaya juga di produksi dan dijual di Galery Batik Laweyan.

Perkembangan dan jasa penginapan, terus berkembang seiring semakin terkenalnya Kampung Batik Laweyan sebagai pusat bisnis dan pariwisata kota Surakarta. Tahun 2008-2010, adalah masa keemasan wisata di kampung batik Laweyan, sehingga banyak wisatawan berkunjung. Sebagau usaha untuk menangkap peluang tersebut, keduanya kembali dibuka usaha jasa penginapan dengan nama Hotel Mangkuyudan. Ciri khas Hotel Mangkuyudan terletak kepada kemudahan akses yang di tawarkan, untuk memudahkan tamu hotel untuk menikmati lingkungan Kampung Batik Laweyan.

Bagi pengunjung Kampung Batik Laweyan, terasa tidak lengkap jika tidak mencicipi berbagai kuliner khas lainnya, yang tidak dapat diperoleh di tempat lain.  Bisnis kuliner tradisional  menjadi salah satu bisnis yang dikembangkan, bekerjasama dengan beberapa UMKM kuliner yang ada di lingkungan Kampung Batik Laweyan, didirikan Laweyan Cullinary. Laweyan Culinary menerima berbagai makanan tradional laweyan dari makanan pembuka, makanan utama , makanan penutup hingga oleh-oleh  untuk buah tangan.

Permintaan akan kunjungan ke Kampung Batik Laweyan Surakarta, dimanfaatkan perusahaan untuk mengembangkan wisata edukasi. Wisata edukasi kampong batik laweyan merupakan gabungan antara wisata di kampong batik laweyan sekaligus belajar  membatik, filosofi batik hingga sejarah laweyan. Usaha inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya tour & travel dengan merek Laweyan tour & travel. Bekerja sama dengan UMKM di bidang tour and travel di daerah Laweyan, akhirnya Laweyan tour & travel juga menyediakan tiket pesawat dan kereta ke beberapa kota di dalam maupun luar negeri.

Back to homepage
×
×

Cart