Laweyan Group: An Old Hospitality of Surakarta Since 1960

Kuliner adalah bagian hidup yang erat kaitannya dengan kegiatan konsumsi makanan sehari-hari. Kuliner menjadi istimewa karena setiap daerah mempunyai cita rasa yang berbeda. Pengolahan makanan dan penyajian yang beragam menambah semakin menarik untuk dicoba.

Wisata kuliner merupasan trend jalan-jalan sambil menikmati makanan khas suatu daerah. Kuliner telah menjadi bagian dari gaya hidup pada saat anda menikmati wisata anda.

Laweyan sebagai daerah penghasil batik sejak jaman dulu telah mempunyai beragam jenis makanan yang terkenal dengan cita rasa unik. Perkembangan kuliner di Laweyan, tidak bisa terlepas dari struktur sosial masyarakat Laweyan pada jaman dulu.

Kuliner khas juragan Batik Laweyan, merupakan perpaduan antara cita rasa khas daerah Laweyan, yang manis dengan cita rasa nuansa eropa (sebagai warisan Belanda) sehingga  menghasilkan berbagai jenis makanan seperti bestik (dalam bahasa eropa beff steak), stop makaroni (dalam bahasa eropa stoop macrony), galantine (dalam bahasa eropa rolade). Berbagai jenis makanan kecil seperti Apem, ledre, semarmendem dan kroket menjadi kudapan yang nikmat untuk di santap dengan secangkir teh atau kopi hitam.  Kuliner khas pekerja Laweyan juga mempunyai cita rasa sendiri, masa lalu, para pekerja di dalam sebuah pabrik batik ada khusus koki yang bertugas memasak untuk semua pekerja. Kemudian makanan tersebut diletakkan dalam piring dan disajikan kepada para pekerja. Walaupun untuk para ekerja tetapi cita rasa masakan ini cukup enak untuk dinikmati. Sayur lodeh, sayur bobor, pecel, sop jawa yang dilengkapi dengan gorengan tempe, tahu dan ikan asin, sangat nikmat di santap bersama sambal trasi dan krupuk/karak/peyek teri.  Makanan kecil dan disebut jajan pasar biasa di nikmati di sore hari wedang jahe/beras kencur dan wedang asem, menghilangkan lelah setelah seharian bekerja.

Kuliner di Sekitar Laweyan

Back to homepage
×
×

Cart